Read: The Ice Twins





Alasan baca The Ice Twins: karena denger-denger, buku ini mau diadaptasi jadi film. Trus saya nemu versi ebooknya dan jadi penasaran. Hmm... seems promising. Lihat halamannya juga nggak banyak-banyak amat, cuma sekitar 300an jadi saya pikir bisa lah diselesein setelah UTS kelar.
.
.
.
Awal-awal baca, honestly, I was dissapointed. Karena ceritanya dimulai dengan standar cerita horor: anak bermasalah, ibu yang terlalu emosional, ayah pemabuk, lokasi terisolasi. Tapi karena saya masih berharap banyak pada plot soal identitas si kembar yang tertukar-tukar, ya apa boleh buat. Tanggung juga udah baca setengah buku, meskipun mostly isinya cuma nyeritain tentang masalah orang tuanya.

Well, saya memang tipe pembaca yang gampang bosan sih, jadi buat saya paragraf panjang lebar soal pulau terpencil yang cantik sama sekali nggak appealing (yes I got the big picture, the lighthouse and beaches and mud flats, but skipped the details). Sayang sih, padahal di Goodreads banyak review yang muji deskripsinya bagus :-/

Terus saya salah tebak genre juga ternyata. Kirain horror yang supernatural... eh setelah dibaca-baca rupanya lebih ke psychological. Dan di sinilah kekecewaan saya yang paling berat: saya nggak bisa bersimpati sama karakternya. Lebih spesifik: ke ibunya si kembar, yang notabene subjek POV dari mana mayoritas cerita ini ditulis. Padahal sebagai perempuan, biasanya saya jauh lebih relate ke karakter yang bergender sama.

Iya sih, di akhir memang akhirnya terungkap kalau ternyata di menderita gangguan mental, yang bikin pola pikirnya agak kacau. Tapi bahkan dari awal baca, saya udah jauh lebih percaya sama Gus daripada Sarah. She's just downright implausible. Especially about that absurd hypothesis 'Elevated levels of paternal sexual abuse in identical twins'; like seriously??? Where on earth did it come from????

Singkatnya, novel ini aspek misterinya dapet. Karena sudah ada cukup banyak plot twist untuk 'menyembunyikan' fakta sebenarnya dari kematian si saudara kembar, dan siapa sebenarnya yang mati. Tapi kalau menurut saya pribadi sih, psychological thriller-nya nggak begitu berasa. Mungkin karena gaya bahasa atau cara penceritaanya, entahlah.

(P.S: Not that I can write better than this, haha. Just an opinion, no offense.)

(P.P.S: Btw kayaknya masalah saya dengan buku ini cuma di tulisannya, jadi semoga saja nanti buku ini bisa jadi film bagus.)

https://www.goodreads.com/book/show/25735003-the-ice-twins

Arum